27 Mei 2010

Manusia dan Tanggung Jawab

“Sesungguhnya Kami Tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk Menyembah kepada-Ku”. Begitulah kira-kira firman Allah dalam Al-Quran yang menjelaskan betapa manusia itu diciptakan tidak lain hanya untuk beriman,bertaqwa dan menyembah Allah. Jika kita renungkan dari firman Allah di atas, terlepas dari segala batasan-batasan makna, maka kita juga dapat tafsirkan betapa manusia yang telah lahir ke dunia ini adalah seorang khalifah (pemimpin). Ketika seorang insan manusia itu menjadi pemimpin, maka tidak lain adalah hal yang sangat diutamakan yakni “TANGGUNG JAWAB”. Manusia itu harus bertanggung jawab atas segala hal yang telah diperbuatnya di dunia, terlepas dari itu semua manusia juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri, artinya bahwa manusia haruslah bisa menjaga semua yang telah dititipkan Allah kepadanya misalnya :
1.Manusia itu harus bertanggung jawab atas seluruh tubuh baik jasmani dan rohaninya.
2.Manusia harus bertanggung jawab atas segala ucapanya.
3.Manusia harus bertanggung jawab atas langkah kakinya.
4.Manusia harus bertanggung jawab atas ke dua tanganya.
5.Manusia harus bertanggung jawab atas pandanganya.
6.Manusia harus bertanggung jawab atas segala pendengaranya.
7.Bagi kaum pria, mereka harus menanggung atas 3 hal yakni : Istrinya,Anak perempuanya dan juga Saudara Perempuannya.

Ke tujuh contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari sebuah pertanggung jawaban seorang manusia ketika ada di dunia ini. Tanggung jawab adalah 2 kata yang sangat sepele terlihat namun pada kenyataanya banyak sekali manusia yang melalaikanya terlebih kita sebagai khalifah(pemimpin) di dunia ini. Terkadang untuk bertanggung jawab atas ucapan yang kita keluarkanpun sangat sulit dilakukan walau hanya sekedar kata maaf.
Semua manusia adalah pemimpin, akan tetapi di dalam Negara ini kita juga membutuhkan pemimpin yang bertanggung jawab atas rakyatnya. Jika kita tengok sekitar kita maka akan terlihat banyak sekali pengangguran,kemiskinan dan lain sebagainya. Maka ketika kita mendapati itu seharusnya seorang pemimpin yang bijak akan bertanya kepada dirinya sendiri “apakah aku telah melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabku sebagai seorang pemimpin…?”. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani bertanggung jawab atas segala janji yang pernah diumbar-umbarkan ketika mereka berkampanye dulu.
Mereka yang kini duduk di singgah sana kerajaan MPR dan DPR adalah wakil dari segala aspirasi rakyat yang sesungguhnya mengemban tugas besar dan harus bertanggung jawab atas ketersediaanya duduk di singgah sana tersebut sebagai wakil rakyat yang sebenar-benarnya agar kelak rakyat tidak lagi menjadi seperti kerbau yang di cocok hidungnya(Rakyat ikut saja atas segala kebijakan pemerintahan tanpa ada transparasi yang jelas).

Jadi, intinya seorang manusia itu harus berani untuk “BERTANGGUNG JAWAB”.

2 komentar:

Danil Edan mengatakan...

pertamax......... blognya kerennnn

Fay mengatakan...

Memang benar Allah menciptakan manusia sbg makhluk yang paling sempurna di beri akal pikiran. Kita tentunya harus meningkatkan keimanan kita.

Posting Komentar