23 Mei 2010

Mengunjungi Nenek di Kota Hujan

Jangan terlalu serius baca tulisan ini, karena hanya sekedar cerita tentang aku yang berkunjung ke rumah Nenek yang tinggal di kota hujan lebih tepatnya cisarua bogor. Rencana untuk bermain ke bogor memang udah direncanain sejak lama karena udah lama juga gak bertemu sama Nenek ku itu. Huhu...akhirnya hari sabtu tanggal 22 Mei 2010 jam 15.30 aku berangkata ke bogor bersama adik dari ayahku dengan mengendarai sepeda motor.

hahaha...sial, baru saja sampai lebak bulus eh di terpa hujan lebat yang gak behenti. Akhirnya diputuskan untuk meneduh dulu di sebuah toko aksesoris sepeda motor. di toko itu menjual berbagai macam perlengkapan motor seperti Helm, jas hujan dll. Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke bogor meski hujan. eits, tapi aku pikir mumpung lagi neduh di tempat jualan jas hujan sekalian ajj aku membeli jas hujan, kan lumayan kalo kuliah ke hujanan jadi gak perlu repot lagi...(hahha..aji mumpung nie..).

Akhirnya setelah menawar harga jas dengan sengit (emm,,,kayak pertandingan sepak bola ajj sengit). Didapatlah jas hujan itu seharga 50.000 rupiah. kemudian minta kantong plastik untuk membungkus tas, memakai jas hujan baru dan langsung saja tanpa buang-buang waktu aku dan adik ayahku tadi melanjutkan pendakian (eh salah, perjalanan). Uhhh...ternyata jalanan sedang banjir hampir lutut kaki, tapi untungnya motor yang aku taiki sangat tangguh. wuuiihhhh dengan perlahan melewati banjir demi banjir yang mendera perjalanan ku ke bogor ini sampailah di pertigaan yang jika belok kiri menuju arah Parung.

Akhirnya setelah belok kiri dan jalan lewat parung, huuuuhhh..perjuangan belum selesai, ternyata tidak sesuai perkiraan. Di parung juga masih ada jalanan yang banjir cukup dalam (haduuhhh..nih PEMDA setempatnya gmana sih..?? ko masih banyak jalanan yang berlubang dan banjir kayak gitu..??). Tapi si JALU (julukan motor yang aku taiki) tetap melaju dengan kekuatan penuh serta konsisten. Perjalanan terus berlanjut sampai-sampai pinggang pegal + panas.

Wahhh tapi gak boleh nyerah, harus tetap semangat. Akhirnya parung telah terlewati dan kemudian melewati Ciawi. Aku kira sudah dekat, tapi ternyata jauhhhnya....minta ampun. Huuuhh melelahkan memang, tapi it's ok untuk bertemu Nenek dan sodara rasa lelahpun tidak di rasa lagi (padahal mah pinggang udah gak karuan..hahhha). Terus melewati Ciawi dan Akhirnya sampailah di jalanan menajak menuju Cisarua, senangnya.....aku.

Weww, dingin terasa udara mulai merajai tubuh yang sudah lemas ini. Tapi tetap lanjut....terus sampai akhirnya belok ke kanan dari jalan raya, ternyata kita motong jalan lewat pasir muncang (sebuah desa yang dijadikan alternatif untuk menuju puncak). Akhinya dengan penuh kesabaran sampailah aku di desa Babakan Kampung Kuta Cisarua Bogor tepat Adzan Maghrib waktu setempat. Adooohh-adohhh rasa lelah hilang seketika ketika kedatanganku di sambut hangat oleh sodara dan juga Nenek (aku memanggilnya Umi).

Singkat cerita akupun menginap di rumah nenek semalam karena kan kebetulan ke esokan hari adalah Minggu. wah lelah, aku menonton TV untuk sekedar menghilangkan penat, karena saat kuliah sangat menguras otak dan pikiran. jadi butuh refreshing setidaknya. Di rumah nenek ada suatu hal yang aku sebenarnya tidak aku suka, yaitu aku diperlakukan layaknya raja, apa-apa di ambilin mau ini,itu pasti diambilin, mau bantu ini,itu pasti tidak diperbolehkan kan itu sebenarnya membuat merasa tidak nyaman, karena aku ingin diperlakukan layaknya orang biasa tanpa harus diperlakukan seperti raja.

Tapi ya sudahlah, lagian jika aku mengatakan yang sebenarnya , yang dikhawatirkan malah akan menyinggung perasaan semuanya. Jadi ya terpaksa deh mengikuti apa mau mereka. Akhirnya hari minggu telah tiba, bangun solat subuh kemudian baca-baca buku, nonton, nyervis motor, mandi, makan dan masih banyak lagi (capek kalo disebutin satu-satu). Wahh tiba saatnya pulang. segera setelah berpamitan kepada Nenek dan sodara langsung cabut lagi dah ke jakarta. Tepat pukul 19.25 sampai di Jakarta yang selalu terdengar hiruk pikuk suara mesin berjalan tidak seperti kampung Nenek ku yang masih asri dan sejuk udaranya.

OK sekian dulu cerita aku.
GOOD LUCK ... n' keep your (^_^)

4 komentar:

Danil Edan mengatakan...

pertamax cerita bagus sob

Andy (admin) mengatakan...

hahahahhaaa....thanks dah mau komentar...

lain kali ane buat thread baru yang lebih mantabs dah GAN.

Arez_Reza mengatakan...

Huwaaaaaa......gw belum pernah menginjakkan kaki gw ditanah pasundan ato jawa barat.....

ajakin donk gan.....ehhehehe

mampir n komen balik

rinda septiani mengatakan...

pasti ke bogor heheh

Posting Komentar